Minggu, 21-Januari-2018 09:27
Kabar Berita 
Kejahatan Mafia
Wanita Penyelundup 7,74 Kilogram Sabu dan Heroin Terancam Hukuman Mati
Jumat, 04-Januari-2013 15:24

Gepenta.com -Semarang- Tanpa didampingi pengacara, wanita penyelundup heroin dan methampethamine (sabu) seberat 7,74 kilogram, Rosmalinda Boru Sinaga (37) menjalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Ia terus merunduk saat jaksa penuntut, Kurnia, membacakan dakwaan.
Dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Kurnia, terungkap bahwa Rosmalinda bekerja sama dengan rekannya bernama Natalia. Awalnya pada 7 Oktober 2012 lalu Rosmalinda berangkat ke Semarang untuk menemui Natalia di Hotel Horison Semarang.
"Check in pukul 20.00 di kamar nomor 1124. Lalu pukul 20.30 Natalia datang ke kamar tersebut," kata Kurnia dalam persidangan yang dipimpin oleh hakim ketua Togar di PN Semarang, Kamis (3/1/2013).
Di dalam kamar hotel, Natalia menelepon seseorang bernama Reni dan setelah selesai ia memberi uang sebanyak Rp 5 juta serta tiket Semarang-Kuala Lumpur-Filipina. Rosmalinda pun dijanjikan uang sebesar Rp 20 juta untuk mengambil koper di Filipina dan Malaysia.
"Esoknya Rosmalinda menukarkan uang asing sebesar 500 USD dan 318 MYR. Tanggal 8 Oktober terdakwa berangkat ke Kuala Lumpur," ujar Kurnia.
Sebelum berangkat ke Malaysia, Rosmalinda sempat ditelepon seorang lelaki tidak dikenal dengan privat number. Lelaki itu memastikan apakah terdakwa sudah mengetahui prosedur pengambilan koper.
Setelah menginap di Hotel Mentari Malaysia, wanita yang akrab dipanggi Linda itu melanjutkan perjalanan ke Filipina pada tanggal 10 Oktober dan menginap di sebuah hotel. Di sana Linda kembali dihubungi oleh pria misterius yang meminta nomor kamar tempatnya menginap.
"Setelah masuk kamar, 10 menit kemudian ada seseorang mengetuk pintu. Setelah terdakwa melihat tidak ada orang namun ada koper merah di depan pintu," pungkas Jaksa.
Tanggal 12 Oktober, Linda kembali ke hotel Mentari Malaysia dan masuk ke kamar 112B. Lagi-lagi 10 menit setelah ia masuk kamar terdengar ketukan pintu dan setelah dilihat ada koper merah yang juga diletakkan di depan pintu. Terdakwa sempat bertanya siapa pembawa koper kepada resepsionis hotel.
"Resepsionis menjawab bahwa yang membawa koper adalah pria berkulit hitam," tutur Kurnia.
Selanjutnya hari Sabtu tanggal 13 Oktober 2012 ia berangkat ke Semarang dengan penerbangan Air Asia keberangkatan pukul 12.00 WIB. Setibanya di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang sekitar pukul 16.45 WIB ia ditangkap oleh Direktorat Jendera Bea dan Cukai (DJBC) Jateng & DIY yang bekerja sama dengan direktorat Narkoba Polda Jateng dan Badan Narkotika Nasional (BNN).
Linda kedapatan membawa dua koper merah, satu koper berisi dua paket heroin masing-masing seberat 2,23 kilogram dan 2,27 kilogram. Satu koper lagi berisi dua paket methampethamine (sabu) dengan berat masing-masing 1,62 kilogram. Total nilai barang-barang tersebut mencapai Rp 16,11 miliar. Modus yang digunakan Linda adalah menyimpan paket di dalam dinding palsu pada koper yang dilapisi alumunium foil.
Akibat perbuatannya, janda beranak satu tersebut didakwa dengan pasal berlapis yaitu Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkoba, dakwaan kedua yaitu pasal 113 ayat 2 dan atau ketiga Pasal 112 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkoba oleh jaksa.
"Berat lebih dari lima gram. Ancaman hukuman maksimal adalah hukuman mati," kata Kurnia.
Sementara itu terkait belum adanya kuasa hukum Rosalinda, hakim ketua Togar menunjuk Windy dari Lembaga Bantuan Hukum untuk mendampingi Linda dalam persidangan berikutnya.
"Sidang ditunda sampai Senin depan, tanggal 7 Januari," tutup Togar. Dtk)

Komentar(0 komentar)
Jumat, 06-April-2012 22:40
DAPATKAN BUKU
Pemerintah Indonesia mengkatagorikan narkoba sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime) sekaligus kejahatan transnasional...
Selasa, 25-Desember-2012 02:48
Tabloid Dwi Mingguan
Tabloid Suara Gepenta News terbit Dwimingguan. Mengungkap ragam informasi tentang Narkoba, Tawuran dan Anarkis. 
Polling
Apakah anda setuju jika korban pengguna narkoba yang tertangkap tidak dipenjara, tetapi langsung ditempatkan di tempat rehabilitasi
Setuju
Tidak Setuju
Tidak tahu

Agenda Kegiatan
PrefJanuari 2018Next
MngSenSelRabKamJumSab
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031   
Aktifkan NSP/RBT GEPENTA
"Haramkan Narkoba Cegah Tawuran Anarkis"
Oleh: GEPENTA Trio

Ketik:
RING ON 1310572
Kirim: 1212

Ketik:
RING ON 0310572
Kirim: 1212

Mentari, Matrix, Star One
Ketik:
SET 1902018
Kirim: 808

M3
Ketik:
SET 190201899
Kirim: 808

Ketik:
RING 0310572
Kirim: 888

Ketik:
10108667
Kirim: 1818
DAPATKAN KEMBALI: Buku "Globalisasi Peredaran Narkoba dan Penanggulangannya di Indonesia" Karya Brigjen Pol (Purn) Dr. Drs. Parasian Simanungkalit, SH, MH. Tersedia di Kantor DPN Gepenta atau bisa menghubungi layanan 081284390974. Harga Rp.60.000 (Belum termasuk ongkos kirim)