Selasa, 21-November-2017 17:17
Kabar Berita 
Anang Iskandar: BNN Mengratiskan Rehabilitasi bagi Pecandu
Kamis, 28-Februari-2013 18:06

Gepenta.com -Makassar- Kepala BNN, Komjen Pol. Anang Iskandar, saat mengunjungi Pusat Rehabilitasi Narkoba di Makassar Sabtu (23/2) lalu, mengungkapkan, pengguna narkoba yang akan lepas dari ketergantungan narkoba bisa menjalani perawatan di tempat ini secara free alias gratis, “Kalau ada masyarakat Makassar dan sekitarnya yang ingin sembuh dari ketergantungan narkoba atau memiliki keluarga atau kerabat yang kecanduan narkoba, bisa datang ke tempat ini untuk mendapatkan perawatan,” ungkapnya.
Pusat Rehabilitasi Narkoba di Makassar ini, bisa menampung 200 orang pecandu narkoba yang terdiri dari 150 laki-laki, dan 50 perempuan.
Menurut mantan Gubernur Akpol Semarang ini, pembangunan pusat rehabilitasi di Makassar merupakan salah satu implementasi Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2011 tentang pelaksanaan Kebijakan dan Strategi Nasional di Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba Tahun 2011 – 2015 (Jakstranas P4GN 2011 – 2015) sebagai strategi jangka pendek mewujudkan “Indonesia Bebas Narkoba Tahun 2015”.
“Indonesia Bebas Narkoba Tahun 2015 adalah suatu istilah yang bertujuan untuk menciptakan suatu kondisi secara bertahap dengan pencapaian target menggunakan ukuran tertentu yang dikenal dengan sebutan “benchmark”, disusun berdasarkan “baseline” tahun tertentu,” jelas Anang.
Berdasarkan hasil penelitian BNN yang bekerjasama dengan Puslitkes – UI tahun 2011 menunjukkan angka prevalensi penyalahgunaan Narkoba sebesar 2,2 % setara dengan 3,8 – 4,2 juta orang. Angka tersebut berada di bawah proyeksi angka prevalensi tahun yang sama yaitu 2,32 %.
Seperti yang pernah disampaikan oleh pimpinan United Nations Office on Drugs and Crimes (UNODC) bahwa peredaran gelap Narkoba tidak dapat dihapus sama sekali, namun hanya dapat ditahan agar tidak berkembang dengan pesat, “Upaya P4GN di Indonesia juga demikian, tidak dapat menghilangkan sama sekali peredaran gelap Narkoba atau tidak adanya penyalah guna atau pecandu Narkoba, namun diupayakan menahan agar tidak berkembang dengan menggunakan proyeksi angka prevalensi sebagai tolak ukurnya,” ujar mantan Kapolda Jambi.
BNN akan terus berupaya meningkatkan kesadaran dan mengingatkan seluruh komponen masyarakat dimanapun berada, tidak mengenal umur, status, suku, dan agama serta batas wilayah akan bahaya narkoba yang mengancam setiap saat, “Mari bersama bergandengan tangan menolak penyalahgunaan narkoba dimulai dari diri kita, lingkungan keluarga, lingkungan kerja, dan lingkungan masyarakat,” ajak Alumni Akpol tahun 1982 ini.

Komentar(0 komentar)
Jumat, 06-April-2012 22:40
DAPATKAN BUKU
Pemerintah Indonesia mengkatagorikan narkoba sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime) sekaligus kejahatan transnasional...
Selasa, 25-Desember-2012 02:48
Tabloid Dwi Mingguan
Tabloid Suara Gepenta News terbit Dwimingguan. Mengungkap ragam informasi tentang Narkoba, Tawuran dan Anarkis. 
Polling
Apakah anda setuju jika korban pengguna narkoba yang tertangkap tidak dipenjara, tetapi langsung ditempatkan di tempat rehabilitasi
Setuju
Tidak Setuju
Tidak tahu

Agenda Kegiatan
PrefNovember 2017Next
MngSenSelRabKamJumSab
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
Aktifkan NSP/RBT GEPENTA
"Haramkan Narkoba Cegah Tawuran Anarkis"
Oleh: GEPENTA Trio

Ketik:
RING ON 1310572
Kirim: 1212

Ketik:
RING ON 0310572
Kirim: 1212

Mentari, Matrix, Star One
Ketik:
SET 1902018
Kirim: 808

M3
Ketik:
SET 190201899
Kirim: 808

Ketik:
RING 0310572
Kirim: 888

Ketik:
10108667
Kirim: 1818
DAPATKAN KEMBALI: Buku "Globalisasi Peredaran Narkoba dan Penanggulangannya di Indonesia" Karya Brigjen Pol (Purn) Dr. Drs. Parasian Simanungkalit, SH, MH. Tersedia di Kantor DPN Gepenta atau bisa menghubungi layanan 081284390974. Harga Rp.60.000 (Belum termasuk ongkos kirim)