Selasa, 21-November-2017 17:17
Kabar Berita 
Indonesia harus Bangga SBY Terima Award, Dukung agar Toleransi Beragama Makin Terwujud!
Jumat, 31-Mei-2013 13:48

Gepenta.com-Jakarta- Kamis, 30 Mei 2013 kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dianugerahi World Statesman Award 2013 oleh Appeal of Conscience Foundation (ACF), sebuah organisasi nirlaba yang mempromosikan perdamaian, demokrasi, toleransi, dan dialog antar umat beragama yang bermarkas di New York, Amerika Serikat.
Sebagai warga Negara Indonesia, kita patut bangga atas penilaian bangsa lain terhadap kepemimpinan Presiden SBY. Walaupun penilaian sebagian masyarakat berbeda, namun kedepan akan menjadi suatu tanggung jawab besar bagi Presiden SBY untuk mewujudkan penghargaan itu. "Secara hakikat award tersebut dapat dijadikan sebagai motivasi untuk terus mengembangkan kerukunan hidup antar umat beragama yang belakangan ini semakin menurun," demikain disampaikan oleh Ketua Umum DPN Gepenta "Gerakan Nasional Peduli Anti Narkoba, Tawuran dan Anarkis, Brigjen Pol (Pur) DR Drs Parasian Simanungkalit SH MH dalam siaran persnya yang diterima kamis (30/5/2013).
Ditambahkannya, beberapa kasus seperti penyerangan terhadap tempat ibadah Ahmadiyah, pengusiran jemaat HKBP Tamansari Bekasi, Penyegelan GKI Yasmin Bogor, pembakaran tiga bangunan gereja di Temanggung Jawa Tengah dan persoalan suni-syiyah seperti terjadi di Sampang Madura Jatim beberapa waktu lalu, adalah cermin dari sikap intoleransi yang berkembang di masyarakat.
"Pertikaian dan konflik semacam ini jika dibiarkan maka dapat merusak sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. oleh karenanya harus diselesaikan secara serius, bukan hanya pemerintah tetapi oleh umat beragama itu sendiri untuk bertoleransi, jangan menuntut Pemerintah untuk menegakkan toleransi itu tetapi harus dipertahankan kebersamaan toleransi agama itu oleh masyarakat beragama itu sendiri," jelas Parasian.
Menjadi pertanyaan kemudian, bagaimana menyelesaikan kasus kekerasan berlatar belakang agama tersebut? Apakah selamanya hanya bergantung kepada Kepala Negara dalam hal ini Presiden? Menurutnya, Itu bukanlah jawaban yang tepat, sebab secara kultural masyarakat Indonesia telah memiliki toleransi yang kuat. Hal inilah yang memotivasi Bung Karno menciptakan Garuda Pancasila "Bhinneka Tunggal Ika" berbeda beda tetapi tetap satu.
Menurut Jenderal Parasian, untuk menyelesaikan berbagai konflik beragama harus dimulai dari individu itu sendiri, mereka harus menyadari bahwa setiap agama memiliki ajaran dan keyakinan spiritual berbeda. Untuk itulah dibutuhkan sikap saling menghormati diantara umat beragama. "Membangun kehidupan bermasyarakat tanpa memandang perbedaan agama, tentu merupakan awal yang sangat positif, karena tidak ada upaya perdamaian agama yang lebih baik, selain dialog dalam kehidupan sehari hari," katanya.
Hal penting lainnya adalah peran tokoh-tokoh agama yang harus memberikan pemahaman keagamaan yang damai, tidak menonjolkan perbedaan untuk mendiskreditkan umat agama lainnya, dan berani menyatakan jika urusan kebenaran agama adalah urusan peribadi yang tidak boleh diganggu, atau sebaliknya tidak menggangu pemeluk agama lainnya. "Doktrin semacam ini perlu diajarkan guna memberi pemahaman kepada masyarakat agar kemajemukan atau pluralisme bangsa Indonesia dapat terjaga," tegasnya.
Kemajemukan yang telah diwujudkan dalam Bhinneka Tunggal Ika merupakan kekayaan yang harus senantiasa dipelihara dan dipertahankan sebagai alat persatuan bangsa, sebagaimana yang dicita-citakan dan diperjuangkan para pendiri bangsa ini.
Oleh karena itu kebanggaan masyarakat dunia kepada toleransi beragama di Indonesia yang dinilai mendapat acungan jempol, dengan pemberian penghargaan kepada Presiden SBY, Parasian mengajak, mari semua anak bangsa negeri ini turut dan berperan serta bersama Presiden SBY untuk mewujudkannya.

Komentar(0 komentar)
Jumat, 06-April-2012 22:40
DAPATKAN BUKU
Pemerintah Indonesia mengkatagorikan narkoba sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime) sekaligus kejahatan transnasional...
Selasa, 25-Desember-2012 02:48
Tabloid Dwi Mingguan
Tabloid Suara Gepenta News terbit Dwimingguan. Mengungkap ragam informasi tentang Narkoba, Tawuran dan Anarkis. 
Polling
Apakah anda setuju jika korban pengguna narkoba yang tertangkap tidak dipenjara, tetapi langsung ditempatkan di tempat rehabilitasi
Setuju
Tidak Setuju
Tidak tahu

Agenda Kegiatan
PrefNovember 2017Next
MngSenSelRabKamJumSab
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
Aktifkan NSP/RBT GEPENTA
"Haramkan Narkoba Cegah Tawuran Anarkis"
Oleh: GEPENTA Trio

Ketik:
RING ON 1310572
Kirim: 1212

Ketik:
RING ON 0310572
Kirim: 1212

Mentari, Matrix, Star One
Ketik:
SET 1902018
Kirim: 808

M3
Ketik:
SET 190201899
Kirim: 808

Ketik:
RING 0310572
Kirim: 888

Ketik:
10108667
Kirim: 1818
DAPATKAN KEMBALI: Buku "Globalisasi Peredaran Narkoba dan Penanggulangannya di Indonesia" Karya Brigjen Pol (Purn) Dr. Drs. Parasian Simanungkalit, SH, MH. Tersedia di Kantor DPN Gepenta atau bisa menghubungi layanan 081284390974. Harga Rp.60.000 (Belum termasuk ongkos kirim)