Selasa, 21-November-2017 17:17
Kabar Berita 
Gepenta Beri Penyuluhan tentang Pencegahan Narkoba di Pondok Nirwana
Jumat, 31-Mei-2013 13:58

Gepenta.com -Jakarta- Hotel ataupun motel diminta selalu waspada terhadap tamu yang menginap, agar tidak dimanfaatkan sebagai tempat pesta narkoba. Karyawan maupun room boy dapat mengawasi apakah ada tamu yang dicurigai menggunakan narkoba pada setiap tamu yang menginap di hotel atau motelnya.
Oleh karena itu setiap pemilik hotel maupun motel diminta supaya melatih karyawannya, bagaimana cara mengawasi dengan tidak mengganggu maupun tidak mengurangi kenyamanan para tamu. Begitupun karyawan yang dimiliki oleh hotel maupun motel tersebut juga harus bebas narkoba.
Demikian disampaikan oleh Ketua Umum Gerakan Peduli Anti Narkoba Tawuran dan Anarkis (Gepenta) Brigjen Pol (Pur) Dr Parasian Simanungkalit SH MH saat memberikan penyuluhan kepada karyawan dan staf Pondok Nirwana di kafe Pondok Nirwana kawasan Cawang Jakarta Timur, jumat (24/5/2013).
Pertemuan itu diikuti semua karyawan dan staf Pondok Nirwana agar mereka waspada terhadap pemakaian narkoba pada setiap tamu yang menginap. Selain itu hotel atau motel juga diminta waspada kemungkinan dipakai oleh jaringan terorisme sebagai tempat merakit bom.
Berawal dari rencana pemerintah agar Indonesia bebas narkoba pada 2015, BNN bersama Polri membuat perencanaan untuk mengikutsertakan dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam rangka memberantas penyalahgunaan narkoba. Upaya itu dimulai dari menyadarkan semua bangsa Indonesia agar korban pengguna narkoba di Indonesia yang sampai saat ini berjumlah 5 jutaan itu dibawa ke dokter, puskesmas maupun tempat rehabilitasi.
Program berikutnya adalah mencari bandar mafia narkoba, pengedar narkoba di seluruh Indonesia. Untuk mencari ini yang paling tepat adalah di tempat-tempat hiburan dan di tempat-tempat lingkungan pemukiman serta lingkungan pendidikan.
"Jadi apabila ada tamu hotel yang tidak keluar-keluar kamar supaya ada yang mengetok untuk melihat sambil menawarkan makanan atau minuman dengan tetap menjaga kenyamanan tamu hotel itu," kata Parasian Simanungkalit.
Pada kesempatan itu ada salah satu karyawan yang menanyakan, kalau ada yang kedapatan menggunakan narkoba, apakah pihak hotel berhak menangkap. Parasian menjawab, dalam hal tertangkap tangan, setiap orang berhak melakukan penangkapan kepada pelaku tindak pidana dan sesegera mungkin diserahkan kepada penyidik polri dengan atau tanpa barang bukti.
"Jadi pada dasarnya undang-undang memberikan perlindungan kepada setiap orang warga negara yang melihat sedang terjadi tindak pidana baik tindak pidana umum maupun tindak pidana khusus seperti narkoba boleh melakukan penangkapan, tetapi jangan main hakim sendiri, jangan menganiaya, barang bukti jangan dipindahkan atau dipegang, orangnya saja diamankan di satu tempat sambil menunggu kedatangan polisi yang sudah dihubungi," jelas Parasian.
Iapun berharap setiap karyawan mempunyai nomor telephone kantor polisi atau person polisi yang bisa segera dihubungi ke tempat kejadian perkara.
Acara penyuluhan ini merupakan kelanjutan yang dilakukan seperti di kecamatan Pesangrahan beberapa waktu lalu. Ia menilai masyarakat perlu dihimbau supaya orang tua yang mengetahui anaknya sebagai korban pengguna narkoba supaya dibawa ke puskesmas atau ke tempat rehabilitasi. "Kalau orang tua ataupun keluarga yang mengetahui ada anaknya atau keluarganya korban pengguna narkoba kemudian polisi menangkap korban pengguna narkoba itu maka orang tua atau keluarga yang mengetahuinya dapat dituntut pidana juga," kata Parasian mengingatkan.
Untuk menghindari itu ia berharap semua komponen bangsa, masyarakat dan rakyat yang mengetahui ada korban pengguna narkoba supaya segera membawanya ke tempat rehabilitasi. "Kalau semua korban pengguna narkoba sudah dibawa ke rehabilitasi maka tidak ada lagi pasar narkoba, maka para penyelundup, mafia bandar narkoba tidak menggunakan Indonesia lagi sebagai obyek peredaran narkoba," ujarnya berharap.

Komentar(0 komentar)
Jumat, 06-April-2012 22:40
DAPATKAN BUKU
Pemerintah Indonesia mengkatagorikan narkoba sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime) sekaligus kejahatan transnasional...
Selasa, 25-Desember-2012 02:48
Tabloid Dwi Mingguan
Tabloid Suara Gepenta News terbit Dwimingguan. Mengungkap ragam informasi tentang Narkoba, Tawuran dan Anarkis. 
Polling
Apakah anda setuju jika korban pengguna narkoba yang tertangkap tidak dipenjara, tetapi langsung ditempatkan di tempat rehabilitasi
Setuju
Tidak Setuju
Tidak tahu

Agenda Kegiatan
PrefNovember 2017Next
MngSenSelRabKamJumSab
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
Aktifkan NSP/RBT GEPENTA
"Haramkan Narkoba Cegah Tawuran Anarkis"
Oleh: GEPENTA Trio

Ketik:
RING ON 1310572
Kirim: 1212

Ketik:
RING ON 0310572
Kirim: 1212

Mentari, Matrix, Star One
Ketik:
SET 1902018
Kirim: 808

M3
Ketik:
SET 190201899
Kirim: 808

Ketik:
RING 0310572
Kirim: 888

Ketik:
10108667
Kirim: 1818
DAPATKAN KEMBALI: Buku "Globalisasi Peredaran Narkoba dan Penanggulangannya di Indonesia" Karya Brigjen Pol (Purn) Dr. Drs. Parasian Simanungkalit, SH, MH. Tersedia di Kantor DPN Gepenta atau bisa menghubungi layanan 081284390974. Harga Rp.60.000 (Belum termasuk ongkos kirim)