Selasa, 21-November-2017 17:18
Konseling 
Model Terapi dan Tahapan-Tahapan Rehabilitasi
Sabtu, 07-April-2012 00:41

Berbagai kondisi yang mandasari gangguan penggunaan narkoba akan mempengaruhi jenis pengobatan yang akan diberikan kepada pasien, kebijakan untuk merawat dan memulangkan pasien, hasil yang dlharapkan, sumber daya manusia yang akan memberikan pelayanan, dan sikap terhadap perilaku pasien. Ada beberapa model pengobatan/terapi (rehabilitasi) yang popular dilaksanakan pada masalah gangguan penggunaan narkoba, antara lain.  

  1. Therapeutic Community -TC Model, model ini merujuk pada keyakinan bahwa gangguan penggunaan NAPZA adalah gangguan pada seseorang secara menyeluruh. Dalam hal ini norma-norma perilaku diterapkan secara nyata dan ketat yang diyakinkan dan diperkuat dengan memberikan reward dan sanksi yang spesifik secara langsung untuk mengembangkan kemampuan mengontrol diri dan sosial/komunitas. Pendekatan yang dilakukan meliputi terapi individual dan kelompok, sesi encounter yang intensif dengan kelompok sebaya dan partisipasi dari lingkungan terapeutik dengan peran yang hirarki, diberikan juga keistimewaan (privileges) dan tanggung jawab. Pendekatan lain dalam program termasuk tutorial, pendidikan formal dan pekerjaan sehari-hari. TC model biasanya merupakan perawatan inap dengan periode perawatan dari dua belas sampai delapan belas bulan yang diikuti dengan program aftercare jangka pendek.
  2. Model Medik, model ini berbasis pada biologik dan genetik atau fisiologik sebagai penyebab adiksi yang membutuhkan pengobatan dokter dan memerlukan farmakoterapi untuk menurunkan gejala-gejala serta perubahan perilaku. Program ini dirancang berbasis rumah sakit dengan program rawat inap sampai kondisi bebas dari rawat inap atau kembali ke fasilitas di masyarakat.
  3. Model Minnesota, model ini dikembangkan dari Hazelden Foundation dan Johnson Institute. Model ini fokus pada abstinen atau bebas NAPZA sebagai tujuan utama pengobatan. Model Minessota menggunakan program spesifik yang berlangsung selama tiga sampai enam minggu rawat inap dengan lanjutan aftercare, termasuk mengikuti program self help group (Alcohol Anonymous atau Narcotics Anonymous) serta layanan lain sesuai dengan kebutuhan pasien secara individu. Fase perawatan rawat inap termasuk; terapi kelompok, terapi keluarga untuk kebaikan pasien dan anggota keluarga lain, pendidikan adiksi, pemulihan dan program 12 langkah. Diperlukan pula staf profesional seperti dokter, psikolog, pekerja sosial, mantan pengguna sebagai addict counselor.
  4. Model Eklektik, model ini menerapkan pendekatan secara holistik dalam program rehabilitasi. Pendekatan spiritual dan kognitif melalui penerapan program 12 langkah merupakan pelengkap program TC yang menggunakan pendekatan perilaku, hal ini sesuai dengan jumlah dan variasi masalah yang ada pada setiap pasien adiksi.
  5. Model Multi Disiplin, program ini merupakan pendekatan yang lebih komprehensif dengan menggunakan komponen disiplin yang terkait termasuk reintegrasi dan kolaborasi dengan keluarga dan pasien.
  6. Model Tradisional, tergantung pada kondisi setempat dan terinpirasi dari hal-hal praktis dan keyakinan yang selama ini sudah dijalankan. Program bersifat jangka pendek dengan aftercare singkat atau tidak sama sekali. Komponen dasar terdiri dari : medikasi, pengobatan alternatif, ritual dan keyakinan yang dimiliki  oleh sistem lokal contoh : pondok pesantren, pengobatan tradisional  atau herbal.
  7. Faith Based Model, sama dengan model tradisional hanya pengobatan tidak menggunakan farmakoterapi.

Tahapan pengobatan merupakan program yang dibangun untuk jangka panjang dengan tahapan-tahapan yang merupakan satu rangkaian pengobatan yang panjang. Dalam mengejar pemulihan, pasien dituntun untuk memiliki kemajuan secara berurutan dari satu layanan ke layanan lain seperti dari detoksifikasi ke rehabilitasi fase primary ke tahap aftercare dan follow up (lanjutan). Tahapan dalam program ini dirancang berdasarkan perkembangan yang diharapkan dari pasien dengan gangguan penggunaan zat melalui proses pengobatan. Setelah proses intake/awal, pasien diproses untuk tahapan orientasi, diikuti dengan tahapan awal, tahapan menengah, tahapan akhir dan tahapan reentry. Akhirnya tahapan akan dilalui sesuai dan berhubungan dengan kemajuan pasien. Hal ini kemungkinan dapat diperlihatkan dalam berbagai tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepada pasien dalam berbagai periode selama dalam program pengobatan. Akan bijaksana bilamana jumlah dan jenis keistimewaan yang diberikan membuat pasien gembira atau menikmati.

Kemajuan akan dibuat grafik sesuai dengan rangkaian pengobatan dari keadaan ketergantungan menjadi tidak ketergantungan narkoba secara lengkap. Proses penyembuhan bagi pecandu dapat dilakukan dengan cara bertahap, yakni;

1. Pra Pengobatan

  1. Identifikasi dan Intervensi Krisis 
  2. Penerimaan dalam program
  3. OrientasiDetoksifikasi
  4. Pengobatan Komorbiditas, masalah medis dan psikiatris

2.  Program Primer

  1. Program terapi untuk pasien dan keluarga
  2. Pendidikan
  3. Rekreasi
  4. Spiritual
  5. Perawatan kesehatan baik fisik maupun mental
  6. Kesadaran diri
  7. Evaluasi

3. Perawatan Sekunder (Secondary Care)

  1. Lanjutan konseling untuk pasien dan keluarga
  2. Rekreasi
  3. Pendidikan
  4. Spiritual
  5. Perawatan kesehatan
  6. Dukungan sebaya
  7. Rehabilitasi vokasional
  8. Pencegahan kekambuhan
  9. Aftercare
Komentar(0 komentar)
Jumat, 06-April-2012 22:40
DAPATKAN BUKU
Pemerintah Indonesia mengkatagorikan narkoba sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime) sekaligus kejahatan transnasional...
Selasa, 25-Desember-2012 02:48
Tabloid Dwi Mingguan
Tabloid Suara Gepenta News terbit Dwimingguan. Mengungkap ragam informasi tentang Narkoba, Tawuran dan Anarkis. 
Polling
Apakah anda setuju jika korban pengguna narkoba yang tertangkap tidak dipenjara, tetapi langsung ditempatkan di tempat rehabilitasi
Setuju
Tidak Setuju
Tidak tahu

Agenda Kegiatan
PrefNovember 2017Next
MngSenSelRabKamJumSab
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
Aktifkan NSP/RBT GEPENTA
"Haramkan Narkoba Cegah Tawuran Anarkis"
Oleh: GEPENTA Trio

Ketik:
RING ON 1310572
Kirim: 1212

Ketik:
RING ON 0310572
Kirim: 1212

Mentari, Matrix, Star One
Ketik:
SET 1902018
Kirim: 808

M3
Ketik:
SET 190201899
Kirim: 808

Ketik:
RING 0310572
Kirim: 888

Ketik:
10108667
Kirim: 1818
DAPATKAN KEMBALI: Buku "Globalisasi Peredaran Narkoba dan Penanggulangannya di Indonesia" Karya Brigjen Pol (Purn) Dr. Drs. Parasian Simanungkalit, SH, MH. Tersedia di Kantor DPN Gepenta atau bisa menghubungi layanan 081284390974. Harga Rp.60.000 (Belum termasuk ongkos kirim)